Menunggu Inflasi Kembali? Anda Mungkin Akan Menunggu Lama

Sep 13th 2020

Artikel ini ditulis khusus untuk Investing.com

Kami telah menunggu inflasi untuk kembali ke puncaknya yang buruk sejak krisis keuangan besar yang dimulai pada tahun 2008. Pada saat itu, semua pencetakan uang dari Fed ditakdirkan untuk memicu tingkat inflasi dan membuat yield yang melonjak. Lebih dari satu dekade kemudian, kita dapat mengatakan dengan pasti, itu tidak pernah terjadi.

Narasi hari ini pada dasarnya sama seperti dulu. Pencetakan uang The Fed dan pengeluaran defisit Kongres akan menyebabkan sejumlah besar inflasi di masa mendatang.

Para hawk inflasi akan segera menunjuk pada harga emas dan kayu yang melonjak sebagai bukti bagaimana pasar memperkirakan ekspektasi untuk melonjaknya inflasi.

Emasjuga melonjak pada 2010 dan 2011. Kemudian, kondisi itu tidak berakhir dengan baik untuk emas, dan sepertinya tidak akan jauh berbeda sekarang.

Fed Tidak Khawatir tentang Inflasi

Yang lebih menakjubkan adalah bahwa Fed bahkan memberi tahu para investor bahwa inflasi bukanlah ketakutan utamanya. Fed lebih mengkhawatirkan tentang kekuatan deflasi yang menguasai ekonomi, membuat harga lebih rendah.

Fed sangat khawatir mengenai deflasi sehingga Fed bergeser dari target inflasi 2% yang simetris ke target rata-rata 2% dan membiarkan inflasi menjadi panas untuk beberapa waktu.

Bahkan kecepatan MZM memberi tahu kita bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan inflasi. Rumus sederhana ini menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan pertumbuhan output untuk menggerakkan laju uang. Untuk mendapatkan tingkat inflasi yang lebih tinggi tersebut, kita membutuhkan PDB nominal yang lebih besar daripada jumlah uang beredar, dan kemudian tumbuh dengan laju yang lebih cepat.

Saat ini, ukuran jumlah uang beredar telah tumbuh begitu besar, melebihi total PDB nominal, mendorong kecepatan MZM di bawah 1, dan level terendahnya sejak pertengahan 1960-an.

Menunggu Inflasi Kembali? Anda Mungkin Akan Menunggu Lama-1
Velocity of MZM Money Stock

Yields Menolak Untuk Mengalah

Selain itu, yield obligasi pada Obligasi AS 10-tahun tetap sangat rendah, sekitar 70 basis points. Yields telah gagal untuk mengakui pada titik ini kemungkinan sekecil apapun dari inflasi yang merayap kembali ke dalam perekonomian.

Pasar obligasi bahkan memberitahu pasar saham; pertumbuhan tidak akan kembali secara berarti dalam waktu dekat. Ambil satu langkah lebih jauh, tingkat inflasi impas 10 tahun telah naik jauh dari posisi terendah yields, kembali ke 1,7%, di mana yields berada sebelum The Fed mulai meningkatkan neracanya sekitar $3 triliun. Selain itu, ekspektasi inflasi5 tahun, 5 tahun ke depan berada di 1,8%, juga setara dengan level sebelum COVID-19.

Menunggu Inflasi Kembali? Anda Mungkin Akan Menunggu Lama-2
5-Y, 5-Y Forward Inflation Expectation Rate

Harga Tinggi Tidak Akan Melekat

Ya, banyak harga komoditas yang melonjak, tetapi dalam beberapa kasus, keuntungan signifikan tersebut lebih terkait dengan penawaran daripada permintaan. Misalnya, harga kayu telah melambung tinggi, tetapi pasar mengatakan harga tinggi tersebut tidak akan bertahan ketika melihat struktur jangka kontrak futures. Kontrak September bulan depan saat ini diperdagangkan seharga $870,80, sedangkan harga untuk kontrak November turun menjadi sekitar $611, dan Januari menjadi $562, sementara Mei menjadi $454.

Menunggu Inflasi Kembali? Anda Mungkin Akan Menunggu Lama-3
Lumber Futures Daily

Lebih Banyak Pencetakan Uang

Apakah Fed memutuskan untuk mencetak lebih banyak uang dan memperluas neracanya lebih jauh, mungkin tidak menjadi masalah. Sebagian besar uang yang menjadi fokus investor sedang menganggur.

Saat ini, rekening umum DepartemenKeuanganAS di Fed memiliki sekitar $1,6 triliun, sementara cadangan berlebih dari lembaga penyimpanan di Fed sekitar $2,7 triliun, dan $2,0 triliun lainnya sebagai mata uang yang beredar. Secara total, ketiga akun tersebut berjumlah sekitar $6,3 triliun dari neraca Fed sekitar $7 triliun.

Menunggu Inflasi Kembali? Anda Mungkin Akan Menunggu Lama-4
Fed Liabilities and Capital

Tampaknya pada titik ini, dengan PDB terpukul besar akibat COVID-19, pertumbuhan output tidak akan tumbuh cukup cepat untuk melampaui semua uang yang dicetak Fed. Yang berarti kita tidak akan melihat inflasi kembali dalam waktu dekat.

Ini akan membutuhkan lonjakan dalam PDB untuk membuat laju perpindahan uang meningkat lagi, dan untuk mendapatkan tingkat inflasi yang lebih tinggi.

Kurangnya pertumbuhan PDB adalah alasan mengapa hanya ada sedikit atau tidak ada inflasi saat terakhir kali Fed melakukan QE. Mungkin ini akan menjadi cerita yang sama kali ini.